Arti Lirik Lagu Pink – Try
Arti Lirik Lagu Pink – Try. “Try” yang dirilis Pink pada 30 Oktober 2012 sebagai single kedua dari album The Truth About Love langsung jadi anthem resilience di seluruh dunia. Lagu ini debut di posisi 1 Billboard Adult Pop Songs, masuk Top 10 di 20 negara, dan sampai November 2025 sudah tembus 1,2 miliar stream di Spotify. Video klipnya yang menampilkan tarian kontemporer penuh kekerasan rumah tangga (choreographed oleh Golden Sky) bahkan dapat penghargaan MTV VMA 2013 untuk Best Video with a Message. Tapi di balik beat pop-rock yang energik dan vokal Pink yang pecah di chorus, “Try” sebenarnya adalah surat cinta untuk diri sendiri yang sedang terluka. Apa makna sebenarnya dari lirik yang berbunyi “Where there is desire, there is gonna be a flame / Where there is a flame, someone’s bound to get burned”? Ini kisah tentang bangkit dari abu.
Latar Belakang: Lagu Try yang Lahir dari Pengalaman P!nk Sendiri
Saat menulis “Try” bersama Busbee dan Ben West, Pink sedang berada di fase pernikahan yang berat dengan Carey Hart. Mereka sempat pisah tahun 2008, lalu balik lagi 2009, dan akhirnya punya anak pertama Willow pada 2011. Pink pernah cerita di wawancara 2012 bahwa lagu ini adalah pengingat untuk dirinya sendiri: “Aku harus terus mencoba, meski sering gagal, meski sering sakit.” Judul “Try” sendiri sederhana, tapi jadi mantra: coba lagi, jatuh lagi, bangun lagi. Video klip yang menggambarkan hubungan toksik—lengkap dengan pukulan, tarikan rambut, dan akhirnya pelukan di tengah hujan cat—adalah interpretasi visual dari lirik. Pink bilang itu terinspirasi dari hubungannya yang penuh drama tapi tetap memilih bertahan dan memperbaiki. Di 2025, lagu ini kembali viral di TikTok karena challenge “Try” di mana orang bagikan momen mereka bangkit dari kegagalan—dari putus cinta sampai kehilangan pekerjaan.
Analisis Lirik Lagu Try: Neraka yang Indah dan Api yang Membakar
Lirik pembuka langsung keras: “Ever worry that it might be ruined / And does it make you wanna cry?” Ini gambaran hubungan yang sudah retak, tapi masih ada harapan. Chorus jadi inti lagu: “Where there is desire, there is gonna be a flame Where there is a flame, someone’s bound to get burned But just because it burns, doesn’t mean you’re gonna die You gotta get up and try, try, try”
Baris ini adalah metafor paling kuat: cinta itu seperti api—indah, hangat, tapi juga bisa membakar. Pink bilang, sakit itu bagian dari proses, tapi bukan akhir. Bagian bridge “Funny how the heart can be deceiving / More than just a couple times” adalah pengakuan bahwa kita sering bohongi diri sendiri demi bertahan, tapi akhirnya harus jujur: “You gotta get up and try”. Pesan utamanya? Jatuh itu wajar, menyerah yang nggak boleh.
Dampak Sosial: Anthem untuk Korban Kekerasan dan Penyintas
Sejak rilis, “Try” jadi lagu wajib di acara-acara tentang kekerasan dalam rumah tangga. Pink sendiri jadi duta kampanye NO MORE di Amerika, dan video klipnya dipakai banyak organisasi untuk edukasi bahwa kekerasan bukan cinta. Di 2025, lagu ini kembali trending karena banyak influencer mental health pakai chorus-nya sebagai caption saat cerita soal depresi, burnout, atau perceraian. Di konser tur Summer Carnival 2025, Pink selalu nyanyi “Try” sambil terbang di atas penonton—simbol bahwa meski terluka, kita bisa terbang lagi. Ribuan penonton nangis setiap kali bagian “You gotta get up and try” dinyanyikan berulang. Lagu ini bukti bahwa pop bisa dalam, dan musik bisa jadi terapi.
Kesimpulan
“Try” bukan lagu galau biasa—ia adalah deklarasi perang terhadap rasa takut gagal. Pink berhasil ubah pengalaman pribadi yang berantakan jadi anthem universal: bahwa terbakar itu sakit, tapi mati karena menyerah jauh lebih sakit. Di 2025, saat orang makin takut gagal karena standar media sosial, lagu ini datang lagi seperti tamparan lembut: coba lagi, jatuh lagi, bangun lagi. Kalau malam ini kamu lagi di titik terendah, putar “Try”, dengar Pink teriak “You gotta get up and try”, lalu berdiri. Karena seperti yang Pink bilang: just because it burns, doesn’t mean you’re gonna die. Kamu cuma perlu coba lagi.



Post Comment