Makna Lagu Until The End Of Time – Justin Timberlake
Makna Lagu Until The End Of Time – Justin Timberlake. Dirilis tahun 2006 sebagai hidden gem di album FutureSex/LoveSounds, “Until The End Of Time” langsung terasa beda dari lagu-lagu lain di album yang penuh seks dan dansa. Tempo lambat, beat minimalis, dan vokal Justin yang rapuh membuat lagu ini seperti surat cinta yang ditulis jam tiga pagi. Duet bersama Benjamin Wright dan paduan suara gereja di bagian akhir menjadikannya salah satu balada paling dalam yang pernah dia buat. BERITA BOLA
Janji Cinta yang Melampaui Waktu: Makna Lagu Until The End Of Time – Justin Timberlake
Judulnya sudah total: “sampai akhir zaman”. Liriknya sederhana tapi berat: “I’ll be loving you until the end of time… through the good and the bad, through the rain, through the mad”. Ini bukan cinta remaja yang penuh drama, tapi komitmen orang dewasa yang sudah tahu hidup tidak selalu indah. Justin bahkan menyanyikan “Even when the sky is falling” dan “Even when the sun don’t shine”, seolah menegaskan bahwa cintanya bukan tergantung situasi, tapi pilihan sadar yang permanen.
Perubahan Fase Hidup Justin Saat Itu: Makna Lagu Until The End Of Time – Justin Timberlake
Di balik produksi Timbaland yang biasanya keras, lagu ini terasa sangat personal. 2006 adalah tahun Justin mulai serius dengan Jessica Biel setelah masa-masa patah hati dan playboy. “Until The End Of Time” seperti pernyataan diam-diam: “aku sudah selesai dengan permainan, sekarang aku mau yang selamanya”. Versi duet dengan Beyoncé yang dirilis setahun kemudian makin memperkuat kesan lagu ini adalah janji dua orang yang sudah siap bertaruh segalanya untuk satu sama lain.
Nuansa Spiritual dan Harapan Abadi
Paduan suara gereja yang masuk di menit keempat bukan sekadar hiasan. Justin pernah bilang dia ingin lagu ini terasa seperti doa. Baris “All I need is your love, and I’ll be fine” terdengar seperti orang yang akhirnya menemukan “rumah” setelah bertahun-tahun tersesat. Bridge yang naik setengah nada lalu meledak di chorus terakhir memberikan rasa harapan yang sangat besar: cinta ini bukan akhir cerita, tapi awal dari sesuatu yang tidak akan pernah mati.
Kesimpulan
“Until The End Of Time” adalah bukti Justin Timberlake bisa menyanyi tentang cinta abadi tanpa terdengar klise atau lebay. Di antara lagu-lagu seksi dan klub di album yang sama, lagu ini jadi penutup lembut yang mengingatkan kita bahwa di balik semua gemerlap, dia juga manusia yang ingin dicintai selamanya. Hampir 20 tahun berlalu, lagu ini masih sering dipilih sebagai first dance di pernikahan, karena pesannya terlalu jujur untuk diabaikan: cinta sejati bukan soal “selama kita masih bahagia”, tapi “aku pilih kamu, hari ini, besok, sampai kapan pun”. Balada yang terasa seperti pelukan hangat di tengah badai, dan itu tidak akan pernah usang.



Post Comment