Makna Lagu Love Galore – SZA
Makna Lagu Love Galore – SZA. Dirilis April 2017 sebagai single kedua dari album Ctrl, “Love Galore” langsung jadi anthem generasi yang lelah dengan drama cinta. Kolaborasi SZA dan Travis Scott ini tembus 9× platinum, masuk Billboard Hot 100 selama berbulan-bulan, dan sampai 2025 masih jadi lagu paling banyak diputar dari era Ctrl. Di balik beat santai dan hook yang catchy, liriknya sebenarnya penuh rasa frustrasi: tentang cinta yang terasa enak tapi tahu pasti bakal berakhir sakit. BERITA BASKET
Latar Belakang: Pengalaman yang Terlalu Umum: Makna Lagu Love Galore – SZA
SZA menulis “Love Galore” dari pengalaman pribadi yang hampir semua orang pernah rasakan: ketemu orang yang chemistry-nya luar biasa, tapi dari awal sudah tahu ini cuma sementara. Ia bilang lagu ini tentang “cinta yang kamu tahu bakal bikin kamu galau, tapi tetap kamu jalani karena rasanya terlalu enak untuk dilepas”. Produser Carter Lang, ThankGod4Cody, dan Scum bikin beat yang terasa ringan, hampir seperti lagu musim panas, supaya kontras dengan isi lirik yang berat. Travis Scott masuk karena SZA ingin sudut pandang laki-laki yang cuek itu juga terdengar.
Analisis Lirik: Terjebak di Zona Abu-Abu: Makna Lagu Love Galore – SZA
Chorus langsung jadi pembunuh: “Why you bother me when you know you don’t want me? / Why you bother me when you know you got a woman?” SZA tanya blak-blakan kenapa orang itu masih ganggu hidupnya padahal sudah punya pasangan dan nggak serius. Verse pertama penuh sindiran halus: “Love me, love me, love me, love me, love me, love me / Like you say you do.” Ia tahu kata-kata itu cuma omong kosong, tapi tetap minta dibohongi karena lebih enak begitu. Travis masuk dengan verse yang cuek: “Done with these niggas, I don’t love these niggas / I dust these niggas, do it for the thrill.” Ia wakili tipe cowok yang cuma main-main, nggak mau komitmen, dan SZA justru balas dengan “That’s why I need a real one”. Bridge “I came to your city, lookin’ for lovin’ and licky” jadi bagian paling jujur: ia rela terbang jauh cuma untuk momen singkat, meski tahu itu bakal bikin dia makin hancur.
Dampak Budaya dan Relevansi di 2025
Sampai 2025, “Love Galore” masih jadi lagu wajib di setiap set SZA, terutama di Ctrl anniversary show dan Grand National Tour. Video musiknya yang penuh warna pastel dan SZA naik mobil klasik bareng Travis jadi ikon estetika 2017. Lagu ini juga jadi “national anthem” situationship: tiap kali ada orang nanya “ini pacaran apa enggak?”, pasti ada yang jawab “Love Galore banget”. Di TikTok, sound-nya dipakai untuk video “red flag tapi tetep dilupain”. SZA sendiri bilang di 2024 bahwa ia sudah nggak mau lagi ada di posisi itu, tapi tetap bangga lagu ini bantu jutaan orang merasa nggak sendirian saat terjebak cinta yang “galore”.
Kesimpulan
“Love Galore” adalah cermin jujur dari cinta modern: enak di awal, sakit di akhir, tapi tetap kita pilih karena rasanya terlalu adiktif. SZA berhasil ubah rasa frustrasi jadi lagu yang bisa dinyanyikan sambil goyang, dan itu kekuatannya. Delapan tahun setelah rilis, lagu ini masih terasa relevan karena kita semua pernah (atau masih) jadi SZA di chorus itu: tahu salah, tahu bakal sakit, tapi tetap bilang “love me anyway”. Dengarkan lagi, dan kamu akan sadar: terkadang “love galore” bukan cuma soal orang lain, tapi soal kita yang belum bisa lepas dari rasa itu.



Post Comment