Makna Lagu Passionfruit – Drake
Makna Lagu Passionfruit – Drake. Dirilis Maret 2017 sebagai bagian dari proyek More Life, “Passionfruit” langsung jadi salah satu lagu Drake paling tenang sekaligus paling menyakitkan hingga akhir 2025. Dengan beat tropis ringan, steel drum, dan vokal yang terasa seperti bisikan, lagu ini terdengar seperti liburan pantai—tapi liriknya justru bicara tentang hubungan jarak jauh yang perlahan mati. Hingga sekarang, “Passionfruit” masih jadi soundtrack favorit orang yang tahu cinta mereka sedang menjauh, tapi belum siap mengucapkan selamat tinggal. MAKNA LAGU
Jarak yang Membunuh Pelan-Pelan: Makna Lagu Passionfruit – Drake
Drake membuka dengan “Listen, seein’ you got ritualistic / Cleansin’ my soul of addiction for now”. Ia sadar pasangannya sedang mencoba “membersihkan” diri dari ketergantungan padanya—tapi itu hanya alasan halus untuk mundur. Baris paling tajam ada di chorus: “Passionfruit, passionfruit / We don’t talk no more, we don’t talk no more”. Buah markisa di sini jadi metafora: manis di luar, asam di dalam, dan cepat sekali membusuk kalau dibiarkan. Hubungan yang dulu penuh gairah kini tinggal nama, komunikasi cuma lewat pesan singkat, dan keduanya tahu ini sudah hampir berakhir.
Penerimaan yang Pahit tapi Dewasa: Makna Lagu Passionfruit – Drake
Berbeda dengan lagu-lagu Drake lain yang penuh drama, di sini ia terdengar menyerah dengan elegan. “It’s difficult for me to open up / I’m not the type to be out here boastin’” menunjukkan ia juga punya andil dalam keheningan ini. Baris “We don’t gotta be together for a long time / Just to make it feel like we was forever” adalah pengakuan paling dewasa: terkadang cinta terbaik adalah yang singkat tapi terasa abadi. Tidak ada menyalahkan, hanya penerimaan bahwa jarak fisik dan emosional sudah terlalu jauh untuk diperbaiki.
Produksi Tropis sebagai Topeng Kesedihan
Pilihan beat tropis dari Nana Rogues sengaja dibuat ringan dan dreamy agar kontras dengan liriknya. Drake pernah bilang ingin lagu ini terasa seperti “mendengarkan musik sambil menatap laut, tapi tahu kapalnya sudah berlayar”. Efek fading di akhir lagu—suara vokal dan instrumen perlahan hilang—adalah simbol paling kuat: hubungan ini bukan meledak, tapi lenyap pelan-pelan seperti gelombang yang surut. Sampai sekarang, banyak pendengar bilang mereka menangis di klub saat “Passionfruit” diputar karena musiknya bahagia, tapi liriknya terlalu dekat dengan kenyataan.
Kesimpulan
“Passionfruit” adalah masterpiece Drake yang membuktikan ia bisa menyimpan luka terdalam justru di lagu paling santai. Ia tidak berteriak, tidak menyalahkan, hanya mengamati cinta yang dulu manis kini tinggal rasa asam di ujung lidah. Hampir sembilan tahun berlalu, lagu ini masih jadi pelipur lara bagi siapa saja yang pernah mencintai seseorang di kota lain, zona waktu lain, atau hati yang sudah berbeda. Maknanya sederhana tapi abadi: terkadang buah yang paling indah justru yang paling cepat jatuh—dan kita hanya bisa apa selain menikmati sisa rasanya sebelum benar-benar hilang.



Post Comment