Makna Lagu A Day in the Life – The Beatles
Makna Lagu A Day in the Life – The Beatles. A Day in the Life menutup album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band (1967) dan langsung dinobatkan sebagai puncak kreativitas The Beatles. Lagu ini bukan cuma track, tapi pengalaman: dua bagian berbeda yang ditulis John dan Paul, dijahit dengan orchestra chaos dan nada piano terakhir yang bergema 45 detik. John bilang ini cuma “catatan harian yang dilebih-lebihkan”, tapi hasilnya jadi potret paling jujur tentang absurditas kehidupan modern. BERITA VOLI
Berita Koran Jadi Puisi Gelap John Lennon: Makna Lagu A Day in the Life – The Beatles
Verse pertama John murni berita nyata: dia baca koran tentang kecelakaan mobil yang menewaskan teman dekatnya Tara Browne (pewaris Guinness). “He blew his mind out in a car / He didn’t notice that the lights had changed”. Lalu ditambah berita lain tentang lubang di jalan Blackburn dan film perang yang dia tonton. Semua disusun dengan nada datar, seperti orang yang sudah mati rasa melihat dunia. Baris “I’d love to turn you on” adalah kode halus untuk obat-obatan sekaligus ajakan untuk “bangun” dari rutinitas yang membosankan.
Mimpi Tengah Hari Paul yang Kontras: Makna Lagu A Day in the Life – The Beatles
Bagian tengah tiba-tiba beralih ke Paul: “Woke up, fell out of bed, dragged a comb across my head…”. Ini potongan hari biasa seorang pekerja kantoran, lengkap dengan terlambat naik bus dan ngelamun sebentar sebelum kembali ke realitas. Paul bilang bagian ini memang sengaja ringan untuk memberi napas setelah kegelapan John. Transisi “I’d love to turn you on” jadi jembatan sempurna: dari mimpi kecil Paul langsung ke ledakan orchestra yang seperti membuka pintu kesadaran kolektif.
Orchestra Chaos dan Akhir yang Menggantung
Dua bagian kosong 24 bar diisi 40 musisi orchestra yang diminta George Martin naik dari nada terendah ke tertinggi “seperti akhir dunia”. Hasilnya terdengar seperti alarm kosmik yang menghubungkan dua cerita itu. Nada E mayor terakhir dipukul empat piano dan harmonium sekaligus, lalu dibiarkan bergema sampai hampir tak terdengar – simbol bahwa hidup memang terus berjalan meski semua sudah selesai. Ada juga loop tape terbalik di akhir (cuma terdengar di vinyl): John bilang “cranberry sauce” lagi, tapi banyak yang salah dengar jadi “Paul is dead”.
Kesimpulan
A Day in the Life adalah cermin paling tajam The Beatles tentang tahun 1967: berita mengerikan, rutinitas hampa, dan keinginan untuk “dinyalakan” lagi. John dan Paul tanpa sengaja menulis dua sisi kehidupan yang sama – satu gelap dan filosofis, satu ringan dan manusiawi – lalu menyatukannya jadi satu karya yang terasa lebih besar dari mereka sendiri. Lebih dari 50 tahun kemudian, lagu ini masih terdengar seperti hari ini: scroll berita pagi, ngantor sambil ngelamun, lalu tiba-tiba orchestra dunia meledak di kepala. Dan saat nada terakhir itu memudar pelan-pelan, kita semua tahu: besok akan ada lagi “a day in the life”.



Post Comment